Hidup ini indah, tergantung cara menikmati dan mempelajarinya      Hidup adalah belajar, dan belajar adalah hidup     
    Periode : 4/2011  |  Jumat, 16 November 2018
 
 Info Aktual | Perpustakaan | Net-FAQ | Chat | PM | Forum Diskusi | Blog | Testimoni | Direktori Anda | Petunjuk 
 
     
 
user online :
terdaftar :
tamu :
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Mahasiswa :406
Dosen :10
Alumni :287
Pengamat :25
Total :728
anggota terbaru
Sigid (20/07/15)
Artikel :9815
Bank Soal :277
Topic :3820
Post :39298
Situs ini telah dikunjungi sebanyak 200305 kali
Total kunjungan hari ini 7
 
my portofolios























































SELAMAT NATAL 2014
SELAMAT TAHUN BARU 2015
Semoga Damai Sejahtera Menyertai Kita Semua.
di Indonesia




Selamat Hari Raya Nyepi 2014
Tuhan Memberkati



Selamat Hari Raya Paskah 2014
Habis Gelap Terbitlah Terang



Selamat Hari Raya
Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga 2014

Selamat Hari Raya
Turunnya Roh Kudus 2014



Selamat Hari Raya Waisak
Tahun 2014 / 2558



Selamat Merayakan
Isra' Mikraj 1434H



Selamat Merayakan Galungan 2013



Selamat Merayakan Idul Fitri 1434 H
Mohon maaf lahir dan batin.


Selamat Merayakan Idul Adha 1434H
bagi teman- teman yg merayakannya.





GONG XI FA CHAI 2564-2014
Semangat Baru dan Kekuatan Baru
agar Bermanfaat Bagi Sesama




Valentine 2014: Kasih terhadap Sesama seperti terhadap Diri Sendiri sebagai Wujud Penghormatan Kita terhadap Tuhan yang telah Menciptakan kita sebagai Makhluk Paling Mulia yang Berbeda- beda.

 

Google
forum/Group Discussion/encode vs -decode
 
yoga
Alumni angkatan 3 / 2009

 
3/8/09
08:00
 
encode vs -decode #1

 
ada yg tw apa maksudny "meng-encode dan men-decode data informasi"?
 
yoga
Alumni angkatan 3 / 2009

 
3/8/09
08:24
 
Re:encode vs -decode #2

 
encode adalah lawan dari decode.
kenapa perlu encode-decode, dikarenakan untuk alasan keamanan atau optimalisasi resource pc.
alasan keamanan terkait dengan pemnerian password khusus untuk mengakses file tersebut. dengan encode, file asli tidak bisa dibuka secara langsung, bahkan dengan viewer seperti notepad juga tidak bisa dilihat, karena informasi diacak dengan password yang kita berikan.

optimalisasi resource biasanya terkait dengan faktor kompresi file. misalkan file lagu di-encode menjadi mp3 jika diplay, berarti perlu decoder mp3. begitu pula dengan file video. optimalisasi disini berarti pengecilan ukuran file agar kapasitas tampung harddisk menjadi lebih banyak. 1 file lagu (wav normal) akan berukuran sekitar 60 MB, tapi dengan encode MP3, hanya berukuran 3-5 MB saja. file video kualitas DVD selama 2 jam berukuran 4,5 GB, namun dengan encode divx / mpeg 4 / coding lainnya, hanya berukuran 700 MB.

proses
file asli --> encode --> file hasil encode --> decode --> file bisa dibuka

 
limawatt
Alumni angkatan 3 / 2009

 
4/8/09
10:19
 
Re:encode vs -decode #3

 

Kutipan dari: yoga (3/8/09 08:24)
encode adalah lawan dari decode.
kenapa perlu encode-decode, dikarenakan untuk alasan keamanan atau optimalisasi resource pc.
alasan keamanan terkait dengan pemnerian password khusus untuk mengakses file tersebut. dengan encode, file asli tidak bisa dibuka secara langsung, bahkan dengan viewer seperti notepad juga tidak bisa dilihat, karena informasi diacak dengan password yang kita berikan.

optimalisasi resource biasanya terkait dengan faktor kompresi file. misalkan file lagu di-encode menjadi mp3 jika diplay, berarti perlu decoder mp3. begitu pula dengan file video. optimalisasi disini berarti pengecilan ukuran file agar kapasitas tampung harddisk menjadi lebih banyak. 1 file lagu (wav normal) akan berukuran sekitar 60 MB, tapi dengan encode MP3, hanya berukuran 3-5 MB saja. file video kualitas DVD selama 2 jam berukuran 4,5 GB, namun dengan encode divx / mpeg 4 / coding lainnya, hanya berukuran 700 MB.

proses
file asli --> encode --> file hasil encode --> decode --> file bisa dibuka
 



seep, lanjut pak
 
Hidup adalah Perjuangan... Jangan menyerah, gunakan kesempatan sebaik mungkin. hidup cuman satu kali.
yoga
Alumni angkatan 3 / 2009

 
4/8/09
20:12
 
Re:encode vs -decode #4

 

Kutipan dari: limawatt (4/8/09 10:19)

Kutipan dari: yoga (3/8/09 08:24)
encode adalah lawan dari decode.
kenapa perlu encode-decode, dikarenakan untuk alasan keamanan atau optimalisasi resource pc.
alasan keamanan terkait dengan pemnerian password khusus untuk mengakses file tersebut. dengan encode, file asli tidak bisa dibuka secara langsung, bahkan dengan viewer seperti notepad juga tidak bisa dilihat, karena informasi diacak dengan password yang kita berikan.

optimalisasi resource biasanya terkait dengan faktor kompresi file. misalkan file lagu di-encode menjadi mp3 jika diplay, berarti perlu decoder mp3. begitu pula dengan file video. optimalisasi disini berarti pengecilan ukuran file agar kapasitas tampung harddisk menjadi lebih banyak. 1 file lagu (wav normal) akan berukuran sekitar 60 MB, tapi dengan encode MP3, hanya berukuran 3-5 MB saja. file video kualitas DVD selama 2 jam berukuran 4,5 GB, namun dengan encode divx / mpeg 4 / coding lainnya, hanya berukuran 700 MB.

proses
file asli --> encode --> file hasil encode --> decode --> file bisa dibuka
 



seep, lanjut pak


gitu doang...mana penjelasan yang lain>>?>>>.....(&huh;) (&wink;)
 
yoga
Alumni angkatan 3 / 2009

 
4/8/09
20:12
 
Re:encode vs -decode #5

 

Kutipan dari: limawatt (4/8/09 10:19)

Kutipan dari: yoga (3/8/09 08:24)
encode adalah lawan dari decode.
kenapa perlu encode-decode, dikarenakan untuk alasan keamanan atau optimalisasi resource pc.
alasan keamanan terkait dengan pemnerian password khusus untuk mengakses file tersebut. dengan encode, file asli tidak bisa dibuka secara langsung, bahkan dengan viewer seperti notepad juga tidak bisa dilihat, karena informasi diacak dengan password yang kita berikan.

optimalisasi resource biasanya terkait dengan faktor kompresi file. misalkan file lagu di-encode menjadi mp3 jika diplay, berarti perlu decoder mp3. begitu pula dengan file video. optimalisasi disini berarti pengecilan ukuran file agar kapasitas tampung harddisk menjadi lebih banyak. 1 file lagu (wav normal) akan berukuran sekitar 60 MB, tapi dengan encode MP3, hanya berukuran 3-5 MB saja. file video kualitas DVD selama 2 jam berukuran 4,5 GB, namun dengan encode divx / mpeg 4 / coding lainnya, hanya berukuran 700 MB.

proses
file asli --> encode --> file hasil encode --> decode --> file bisa dibuka
 



seep, lanjut pak


gitu doang...mana penjelasan yang lain>>?>>>.....(&huh;) (&wink;)
 
panji_83
Alumni angkatan 3 / 2009

 
5/8/09
02:49
 
Re:encode vs -decode #6

 
Sudah lengkap jawaban anda
 
my life my adventure
Dra.Ruliah.S
Alumni angkatan 3 / 2009

 
5/8/09
09:49
 
Re:encode vs -decode #7

 
Sudah sangat bagus..lengkap lah dan mudah kubaca..tentu saja akan cepat mengerti
 
Jangan berhenti bermimpi karena mimpi akan memotivasi kita untuk mencapainya
limawatt
Alumni angkatan 3 / 2009

 
5/8/09
10:26
 
Re:encode vs -decode #8

 

Kutipan dari: yoga (4/8/09 20:12)

Kutipan dari: limawatt (4/8/09 10:19)

Kutipan dari: yoga (3/8/09 08:24)
encode adalah lawan dari decode.
kenapa perlu encode-decode, dikarenakan untuk alasan keamanan atau optimalisasi resource pc.
alasan keamanan terkait dengan pemnerian password khusus untuk mengakses file tersebut. dengan encode, file asli tidak bisa dibuka secara langsung, bahkan dengan viewer seperti notepad juga tidak bisa dilihat, karena informasi diacak dengan password yang kita berikan.

optimalisasi resource biasanya terkait dengan faktor kompresi file. misalkan file lagu di-encode menjadi mp3 jika diplay, berarti perlu decoder mp3. begitu pula dengan file video. optimalisasi disini berarti pengecilan ukuran file agar kapasitas tampung harddisk menjadi lebih banyak. 1 file lagu (wav normal) akan berukuran sekitar 60 MB, tapi dengan encode MP3, hanya berukuran 3-5 MB saja. file video kualitas DVD selama 2 jam berukuran 4,5 GB, namun dengan encode divx / mpeg 4 / coding lainnya, hanya berukuran 700 MB.

proses
file asli --> encode --> file hasil encode --> decode --> file bisa dibuka
 



seep, lanjut pak


gitu doang...mana penjelasan yang lain>>?>>>.....(&huh;) (&wink;)  


gimana mau jawab, lah saya mau jawab pertanyaan bapak, malah bapoak udah jawab, saya di kasih waktu mikir dulu donk pak.
 
Hidup adalah Perjuangan... Jangan menyerah, gunakan kesempatan sebaik mungkin. hidup cuman satu kali.
heirtana
Mahasiswa UDINUS

 
7/8/09
04:04
 
Re:encode vs -decode #9

 

Kutipan dari: yoga (3/8/09 08:24)
.......
optimalisasi resource biasanya terkait dengan faktor kompresi file. misalkan file lagu di-encode menjadi mp3 jika diplay, berarti perlu decoder mp3. begitu pula dengan file video. optimalisasi disini berarti pengecilan ukuran file agar kapasitas tampung harddisk menjadi lebih banyak. 1 file lagu (wav normal) akan berukuran sekitar 60 MB, tapi dengan encode MP3, hanya berukuran 3-5 MB saja. file video kualitas DVD selama 2 jam berukuran 4,5 GB, namun dengan encode divx / mpeg 4 / coding lainnya, hanya berukuran 700 MB.

 

Sek mas Yoga...
Bukannya kalo wav diencode jadi MP3, atau DVD jadi divx / mpeg4, itu kualitasnya TURUN ?
Jadi proses decodenya tidak mengembalikan persis seperti semula.
Hanya diencode sebatas mata dan telinga manusia biasa (bukan pengamat audio) tidak mampu membedakannya.

-> Orang-orang yang fanatik dgn audio system, bisa membedakan suara CD audio yang asli dengan suara MP3.

Apalagi membedakan CD Audio dengan MP3 32kbps, mudah banget...
 
Hidup untuk dinikmati
yoga
Alumni angkatan 3 / 2009

 
7/8/09
07:23
 
Re:encode vs -decode #10

 

Kutipan dari: heirtana (7/8/09 04:04)

Kutipan dari: yoga (3/8/09 08:24)
.......
optimalisasi resource biasanya terkait dengan faktor kompresi file. misalkan file lagu di-encode menjadi mp3 jika diplay, berarti perlu decoder mp3. begitu pula dengan file video. optimalisasi disini berarti pengecilan ukuran file agar kapasitas tampung harddisk menjadi lebih banyak. 1 file lagu (wav normal) akan berukuran sekitar 60 MB, tapi dengan encode MP3, hanya berukuran 3-5 MB saja. file video kualitas DVD selama 2 jam berukuran 4,5 GB, namun dengan encode divx / mpeg 4 / coding lainnya, hanya berukuran 700 MB.

 

Sek mas Yoga...
Bukannya kalo wav diencode jadi MP3, atau DVD jadi divx / mpeg4, itu kualitasnya TURUN ?
Jadi proses decodenya tidak mengembalikan persis seperti semula.
Hanya diencode sebatas mata dan telinga manusia biasa (bukan pengamat audio) tidak mampu membedakannya.

-> Orang-orang yang fanatik dgn audio system, bisa membedakan suara CD audio yang asli dengan suara MP3.

Apalagi membedakan CD Audio dengan MP3 32kbps, mudah banget...

makasih mas heirtana...
 
limawatt
Alumni angkatan 3 / 2009

 
7/8/09
12:24
 
Re:encode vs -decode #11

 

Kutipan dari: yoga (7/8/09 07:23)

Kutipan dari: heirtana (7/8/09 04:04)

Kutipan dari: yoga (3/8/09 08:24)
.......
optimalisasi resource biasanya terkait dengan faktor kompresi file. misalkan file lagu di-encode menjadi mp3 jika diplay, berarti perlu decoder mp3. begitu pula dengan file video. optimalisasi disini berarti pengecilan ukuran file agar kapasitas tampung harddisk menjadi lebih banyak. 1 file lagu (wav normal) akan berukuran sekitar 60 MB, tapi dengan encode MP3, hanya berukuran 3-5 MB saja. file video kualitas DVD selama 2 jam berukuran 4,5 GB, namun dengan encode divx / mpeg 4 / coding lainnya, hanya berukuran 700 MB.

 

Sek mas Yoga...
Bukannya kalo wav diencode jadi MP3, atau DVD jadi divx / mpeg4, itu kualitasnya TURUN ?
Jadi proses decodenya tidak mengembalikan persis seperti semula.
Hanya diencode sebatas mata dan telinga manusia biasa (bukan pengamat audio) tidak mampu membedakannya.

-> Orang-orang yang fanatik dgn audio system, bisa membedakan suara CD audio yang asli dengan suara MP3.

Apalagi membedakan CD Audio dengan MP3 32kbps, mudah banget...

makasih mas heirtana...


saya cuman mau ngelanjutin mas heirtana
 
Hidup adalah Perjuangan... Jangan menyerah, gunakan kesempatan sebaik mungkin. hidup cuman satu kali.
yoga
Alumni angkatan 3 / 2009

 
8/8/09
06:49
 
Kesimpulan:encode vs -decode #12

 
encode adalah lawan dari decode.
kenapa perlu encode-decode, dikarenakan untuk alasan keamanan atau optimalisasi resource pc.
alasan keamanan terkait dengan pemnerian password khusus untuk mengakses file tersebut. dengan encode, file asli tidak bisa dibuka secara langsung, bahkan dengan viewer seperti notepad juga tidak bisa dilihat, karena informasi diacak dengan password yang kita berikan.

optimalisasi resource biasanya terkait dengan faktor kompresi file. misalkan file lagu di-encode menjadi mp3 jika diplay, berarti perlu decoder mp3. begitu pula dengan file video. optimalisasi disini berarti pengecilan ukuran file agar kapasitas tampung harddisk menjadi lebih banyak. 1 file lagu (wav normal) akan berukuran sekitar 60 MB, tapi dengan encode MP3, hanya berukuran 3-5 MB saja. file video kualitas DVD selama 2 jam berukuran 4,5 GB, namun dengan encode divx / mpeg 4 / coding lainnya, hanya berukuran 700 MB.

proses
file asli --> encode --> file hasil encode --> decode --> file bisa dibuka


 

 

 
 
    
 Info Aktual | Perpustakaan | Net-FAQ | Chat | PM | Forum Diskusi | Blog | Testimoni | Direktori Anda | Petunjuk   
     
  Copyright2007 Stefanus