Hidup ini indah, tergantung cara menikmati dan mempelajarinya      Hidup adalah belajar, dan belajar adalah hidup     
    Periode : 4/2011  |  Senin, 20 November 2017
 
 Info Aktual | Perpustakaan | Net-FAQ | Chat | PM | Forum Diskusi | Blog | Testimoni | Direktori Anda | Petunjuk 
 
     
 
user online :
terdaftar :
tamu :
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Mahasiswa :406
Dosen :10
Alumni :287
Pengamat :25
Total :728
anggota terbaru
Sigid (20/07/15)
Artikel :9813
Bank Soal :277
Topic :3820
Post :39298
Situs ini telah dikunjungi sebanyak 188291 kali
Total kunjungan hari ini 18
 
my portofolios























































SELAMAT NATAL 2014
SELAMAT TAHUN BARU 2015
Semoga Damai Sejahtera Menyertai Kita Semua.
di Indonesia




Selamat Hari Raya Nyepi 2014
Tuhan Memberkati



Selamat Hari Raya Paskah 2014
Habis Gelap Terbitlah Terang



Selamat Hari Raya
Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga 2014

Selamat Hari Raya
Turunnya Roh Kudus 2014



Selamat Hari Raya Waisak
Tahun 2014 / 2558



Selamat Merayakan
Isra' Mikraj 1434H



Selamat Merayakan Galungan 2013



Selamat Merayakan Idul Fitri 1434 H
Mohon maaf lahir dan batin.


Selamat Merayakan Idul Adha 1434H
bagi teman- teman yg merayakannya.





GONG XI FA CHAI 2564-2014
Semangat Baru dan Kekuatan Baru
agar Bermanfaat Bagi Sesama




Valentine 2014: Kasih terhadap Sesama seperti terhadap Diri Sendiri sebagai Wujud Penghormatan Kita terhadap Tuhan yang telah Menciptakan kita sebagai Makhluk Paling Mulia yang Berbeda- beda.

 

Google
Nama :  Daurat Sinaga, Mahasiswa UDINUS
Nick :  sinaga   [PM]
status :   offline
Alamat :  Jl. Dr.Cipto no.64 B
Telepon :  081228566601
Email :  parendeborngin@gmail.com
 
kirim blog | daftar blog
Sejarah protocol TCP/IP
6 Juli 2011   10:06:57
 
Pada tahun 1969, lembaga riset departemen pertahanan Amerika, DARPA (Defence advance Research Project Agency),Mendanai sebuah riset untuk mengembangkan jaringan komunikasi data antar komputer. Riset ini bertujuan untuk mengembangkan aturan komunikasi data Antar komputer yang:
Bekerja secara transparan, melalui bermacam-macam jaringan komunikasi data yang terhubung satu dengan yang lain. Tahan terhadap berbagai ganguan (bencana alam, serangan nuklir dan lain-lain)
Pengembangan jaringan ini ternyata sukses dan melahirkan ARPANET.Tahun 1972, ARPANET didemontrasikan didepan peserta the first international Cenference on Computer Communication dengan menghubungkan 60 Node.
Aplikasi internet yang pertama kali ditemukan adalah FTP. Menyusul kemudian e-mail, dan telnet, e-mail menjadi aplikasi yang paling popular dimasa ARPANET, tahun 1979 tercatat sebagai tahun berdirinya USENET yang pada awalnya menghubungkan Universitas Duke dan UNC. Grup yang pertama kali dibentuk dalam USENET ADALAH Grup net. Ukuran ARPANET sendiri semakin lama semakin membesar, protocol komunikasi data yang digunakan pada waktu itu yaitu, NCP(Network Commication Protocol), tidak sanggup menampung node komputer yang besar ini, DARPA kemudian mendanai pembuatan protocol komunikasi yang lebih umum ini dinamakan TCP/IP departement pertahanan Amerika serikat menyatakan TCP/IP menjadi standart untuk jaringan pada 1982. Protokol ini kemudian di Adopsi
Bekerja secara transparan, melalui bermacam-macam jaringan komunikasi data yang terhubung satu dengan yang lain.Tahan terhadap berbagai ganguan (bencana alam, serangan nuklir dan lain-lain)
Pengembangan jaringan ini ternyata sukses dan melahirkan ARPANET.Tahun 1972, ARPANET didemontrasikan didepan peserta the first international Cenference on Computer Communication dengan menghubungkan 60 Node. Aplikasi internet yang pertama kali ditemukan adalah FTP. Menyusul kemudian e-mail, dan telnet, e-mail menjadi aplikasi yang paling popular dimasa ARPANET, tahun 1979 tercatat sebagai tahun berdirinya USENET yang pada awalnya menghubungkan Universitas Duke dan UNC. Grup yang pertama kali dibentuk dalam USENET ADALAH Grup net.
Ukuran ARPANET sendiri semakin lama semakin membesar, protocol komunikasi data yang digunakan pada waktu itu yaitu, NCP(Network Commication Protocol), tidak sanggup menampung node komputer yang besar ini, DARPA kemudian mendanai pembuatan protocol komunikasi yang lebih umum ini dinamakan TCP/IP departement pertahanan Amerika serikat menyatakan TCP/IP menjadi standart untuk jaringan pada 1982. Protokol ini kemudian di Adopsi.
 
Wajan Bolic VS CPE 16 dBi
5 Juli 2011   20:02:42
 
Setelah adanya CPE 1000mW yang memakai antena Panel 16 dBi orang beranggapan antena tersebut asing dan mahal. Berbeda dengan Wajan Bolic yang sudah lama dipakai dan murah merakyat. Tetapi apakah antena tersebut masih bagus untuk 5bulan atau bahkan 1 tahun hingga 2 tahun ? Apakah stabil hasil dari antena Wajan Bolic tersebut ? mari kita bahas di topic CPE 16 dBi VS Wajan Bolic.
CPE 16 dBi
Sebenarnya CPE ini merupakan sebuah Antena Client yang memiliki Antena 16 dBi dengan radio atau Aksespoint yang berbeda mulai 100mW, 400mW, dan hingga 1000mW. CPE 16 dBi ini dibuat untuk perangkat Antena Client dengan jarak hingga 3 KM. Antena dengan langsung pasang dan connect ini sudah banyak yang memakai SeIndonesia. Bahkan Hotspot dan Rt Rw Net kami kebanyakan memakai antena CPE tersebut. CPE ini mampu bertahan hingga 2 tahun. Bahkan Client Rt Rw Net kami sejak pasang hingga sekarang masih OK. Untuk kemampuannnya sendiri sudah tidak diragukan lagi karena sudah banyak yang memakai dan membuktikannya.
Wajan Bolic
Wajan Bolic merupakan Antena Client yang sudah lama ada dan banyak yang memakai. Dengan cuma menghandalkan connector yang memiliki penampang tembaga kecil serta memakai Aksespoint USB atau radio-radio biasa. Kemampuannya dulu memang tidak diragukan, tetapi karena seiring berjalannya waktu dan sudah banyak yang memakai jaringan Internet khususnya Wifi jadi kehndalannya Wajan Bolic sudah berkurang. Antena ini hanya mampu beberapa bulan saja syukur-syukur bisa bertahan 1 tahun. Dalam pembuatannya memah murah hanya memakai Wajan penggorengan yang biasa dipakai Ibu-Ibu untuk menggoreng.
Seberapa Jauh Antara CPE 16 dBi dengan Wajan Bolic ?
CPE 16 dBi mampu mengakses sentral dengan jarak 3 KM lebih sedangkan Wajan Bolic cuma mampu hingga 1 KM.
Bagaimana kemampuannya antara kedua antena tersebut ?
Seiring berjalannya waktu, kepekaan sinyal yang dihasilkan CPE 16 dBi lebih bagus daripada Wajan Bolic.
Ditulis dalam IPTEK (ALL About Pengetahuan). 2 Komentar »

 
SUTET
5 Juli 2011   10:01:24
 
SUTET mendadak ramai jadi bahan obrolan beberapa tahun lalu. Tapi sayangnya kepopuleran SUTET dicurigai gara- gara penyebab timbulnya gejala penyakit pada tubuh manusia.

Siapa sih sebenarnya SUTET itu??? Kok bisa jadi penyebab penyakit???. Cek beritanya dibawah ini!.

Kenapa SUTET dicurigai???
SUTET atau yang disebut Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi merupakan jaringan yang dipakai buat menyalurkan energy listrik dari pusat pembangkit menuju pusat beban yang jaraknya jauh. Istilah dari saluran udara digunakan karena jaringannya berupa bentangan kabel listrik yang berada pada ketinggian tertentu dari tanah. Dan tegangan ekstra tinggi buat menandai besarnya daya listrik yang dialirkan, maksimalnya sekitar 500 kiloVolt (kV).
Aliran ekstra tinggi diudara dianggap memancarkan radiasi yang berbahaya. Bahkan bisa disamakan dengan radiasi nuklir atau bahan bahan radioaktif lainnya. Tuduhan ini muncul karena sejumlah warga yang tinggal nggak jauh dari menara SUTET mengeluh pusing, sakit kepala, jantung berdebar, sampai susah tidur.

Radiasi SUTET
Adanya radiasi akibat tegangan tinggi sudah lama jadi perhatian para ahli elektro. Di awali sejak James Clerk Maxwell, Profesor Fisika dari Universitas Cambridge, dengan teorinya yang berjudul a dynamic theory of the electromagnetic field. Di teori ini disebutkan suatu pergeseran arus yang menimbulkan rambatan gelombang electromagnet. Electron bebas di udara terpengaruh pergerakan electron yang membawa arus listrik. Proses ini menimbulkan pembentukan ion dan electron yang berlebih, dan bahkan mengeluarkan percikan cahaya atau yang dikenal dengan Korona. Timbulnya korona disebabkan karena adanya radiasi tegangan tinggi.

Arti Radiasi Tegangan Tinggi
Sel- sel tubuh manusia sangat mudah terpengaruh oleh apapun bentuk radiasi. Tapi akan aman- aman saja asalkan masih dalam batas aman yang tentunya di izinkan. Contohnya radiasi nuklir dianggap masih dianggap aman kalo terkena dosis dibawah 500 mili REM per tahun.
Sedangkan batas aman radiasi tegangan tinggi sampai saat ini belum mendapatkan kata sepakat dari berbagai ahli. Dikarenakan penelitian baru melihat pengaruhnya terhadap tikus percobaan. Padahal dampak tikus dan manusia berbeda jauh. Tapi sejumlah Negara udah menetapkan sendiri batas aman radiasi tegangan tinggi. (Kid-oest News : dari berbagai sumber).
 
Perbedaan WIFI dengan Hotspot
4 Juli 2011   18:03:41
 
Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.

Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.

Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLAN (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah sertifikasi merek dagang yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (internet) yang bekerja di jaringan WLAN dan sudah memenuhi kualitas kapasitas interoperasi yang dipersyaratkan.

Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN).

Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.

Tingginya animo masyarakat --khususnya di kalangan komunitas Internet-- menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling tidak dua faktor. Pertama, kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel.

Konsekuensinya, pengguna yang ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke tempat dimana terdapat access point atau hotspot.

Menjamurnya hotspot di tempat-tempat tersebut --yang dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia jasa Internet bahkan orang perorangan-- dipicu faktor kedua, yakni karena biaya pembangunannya yang relatif murah atau hanya berkisar 300 dollar Amerika Serikat.

Peningkatan kuantitas pengguna Internet berbasis teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan dunia, telah mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang di kota-kota besar dunia.

Beberapa pengamat bahkan telah memprediksi pada tahun 2006, akan terdapat hotspot sebanyak 800.000 di negara-negara Eropa, 530.000 di Amerika Serikat dan satu juta di negara-negara Asia.

Keseluruhan jumlah penghasilan yang diperoleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dari bisnis Internet berbasis teknologi Wi-Fi hingga akhir tahun 2003 diperkirakan berjumlah 5.4 trilliun dollar Amerika, atau meningkat sebesar 33 milyar dollar Amerika dari tahun 2002 (www.analysys.com).

Hotspot (Wi-Fi) adalah salah satu bentuk pemanfaatan teknologi Wireless LAN pada lokasi-lokasi publik seperti taman, perpustakaan, restoran ataupun bandara. Pertama kali digagas tahun 1993 oleh Brett Steward. Dengan pemanfaatan teknologi ini, individu dapat mengakses jaringan seperti internet melalui komputer atau laptop yang mereka miliki di lokasi-lokasi dimana hotspot disediakan.

HOTSPOT:
pada umumnya, hotspot menggunakan standarisasi WLAN IEEE 802.11b atau IEEE 802.11g. Teknologi WLAN ini mampu memberikan kecepatan akses yang tinggi hingga 11 Mbps (IEEE 802.11 b) dan 54 Mbps (IEEE 802.11 g) dalam jarak hingga 100 meter.

Kalau Hot Spot itu Titik Akses ke internet. Kebetulan saat ini kami sedang memanfaatkan Jaringan Hot Spot. Jaringan Hot Spot tersebut sebenarnya memanfaatkan interkoneksi dengan menggunakan wireless usb port. Sementara Wi-Fi setahu saya sebenarnaya aplikasi untuk LAN biasanya untuk keperluan bisnis tetapi Wi-Fi juga bisa memanfaatkan Hot Gpot sebagai titik akses untuk internet.

Wi-Fi merupakan kepanjangan dari teknologi jaringan wireless yang menggunakan gelombang radio untuk menyediakan koneksi jaringan dan kecepatan Internet tingkat tinggi. Sedangkan Wi-Fi Alliance, merupakan organisasi yang memiliki term trademark Wi-Fi, secara khusus mendefinisikan Wi-Fi sebagai bagian dari product WLAN (Wireless Local Area Network) yang berbasis di standard Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) 802.11. Wi-Fi secara mudahnya juga berarti IEEE 802.11x.

Awalnya, Wi-Fi digunakan hanya di standard 802.11b 2.4GHz, namun Wi-Fi Alliance telah memperluas penggunaan term Wi-Fi untuk berbagai tipe jaringan atau product WLAN yang berbasis standard 802.11, termasuk 802.11b, 802.11a. dual-band, dan sebagainya. Usaha Wi-Fi Alliance tersebut ditujukan untuk menghapus kebingungan mengenai interoperabilitas wireless LAN.

Wi-Fi bekerja tanpa menggunakan koneksi fisik kabel antara pengirim dan penerima, namun dengan teknologi frekuensi radio (RF), sebuah frekuensi dalam spectrum electromagnetic yang diasosiasikan dengan gelombang radio. Ketika RF disuplai ke sebuah antenna, maka electromagnetic akan dibuat dan masuk ke sebuah sudut jaringan wireless yang dinamakan Access Point (AP). Tugas utama AP adalah untuk menyebarkan (broadcast) sinyal wireless yang terdeteksi di komputer dan ‘masuk’ ke dalamnya. Untuk terkoneksi ke AP dan join ke jaringan wireless, komputer dan device harus dilengkapi dengan adapter jaringan wireless.

Wi-Fi juga support dengan banyak aplikasi dan device termasuk video game console, jaringan rumah, PDA, mobile phone, system operasi, dan tipe lain dari product electronic. Product yang telah diuji menggunakan Wi-Fi akan dilabeli Wi-Fi Certified" oleh Wi-Fi Alliance, walaupun untuk product dengan manufaktur yang berbeda.
 
Jaringan Ad Hoc
4 Juli 2011   17:51:55
 
Modul 11


Percobaan 3

Konfigurasi Dasar Wireless LAN

11.1 Tujuan
-Menjelaskan Mode yang ada pada WLAN
-Menjelaskan Konfigurasi WLAN
-Mengetahui Indikator Kerja WLAN

11.2 Peralatan
-Wireless Access Point
-2 buah Wireless Adapter
-2 buah PC desktop/laptop

11.3. Teori Penunjang
-Mode Jaringan WLAN

Wireless Local Area Network sebenarnya hampir sama dengan jaringan LAN,
akan tetapi setiap node pada WLAN menggunakan wireless device untuk berhubungan
dengan jaringan. node pada WLAN menggunakan channel frekuensi yang sama dan
SSID yang menunjukkan identitas dari wireless device.

Tidak seperti jaringan kabel, jaringan wireless memiliki dua mode yang dapat
digunakan : infastruktur dan Ad-Hoc. Konfigurasi infrastruktur adalah komunikasi
antar masing-masing PC melalui sebuah access point pada WLAN atau LAN.
Komunikasi Ad-Hoc adalah komunikasi secara langsung antara masing-masing
komputer dengan menggunakan piranti wireless. Penggunaan kedua mode ini
tergantung dari kebutuhan untuk berbagi data atau kebutuhan yang lain dengan jaringan
berkabel.

A. Mode Ad-Hoc
Ad-Hoc merupakan mode jaringan WLAN yang sangat sederhana, karena pada ad-hoc
ini tidak memerlukan access point untuk host dapat saling berinteraksi. Setiap host
cukup memiliki transmitter dan reciever wireless untuk berkomunikasi secara langsung
satu sama lain seperti tampak pada gambar 1. Kekurangan dari mode ini adalah
komputer tidak bisa berkomunikasi dengan komputer pada jaringan yang menggunakan
kabel. Selain itu, daerah jangkauan pada mode ini terbatas pada jarak antara kedua
komputer tersebut.


Gambar 11.1. Mode Jaringan Adhoc


B. Mode Infrastruktur
Jika komputer pada jaringan wireless ingin mengakses jaringan kabel atau
berbagi printer misalnya, maka jaringan wireless tersebut harus menggunakan
mode infrastruktur (gambar 2).

Pada mode infrastruktur access point berfungsi untuk melayani komunikasi
utama pada jaringan wireless. Access point mentransmisikan data pada PC dengan
jangkauan tertentu pada suatu daerah. Penambahan dan pengaturan letak access
point dapat memperluas jangkauan dari WLAN.


Gambar 11.2. Mode Jaringan Infrastruktur

a.
Komponen-Komponen WLAN
Ada empat komponen utama dalam WLAN, yaitu:

•
Access Point, merupakan perangkat yang menjadi sentral koneksi dari pengguna
(user) ke ISP, atau dari kantor cabang ke kantor pusat jika jaringannya adalah milik
sebuah perusahaan. Access-Point berfungsi mengkonversikan sinyal frekuensi radio
(RF) menjadi sinyal digital yang akan disalurkan melalui kabel, atau disalurkan ke
perangkat WLAN yang lain dengan dikonversikan ulang menjadi sinyal frekuensi
radio.
Wireless Router (WR)
Gambar 11.3. Access Point Router

•
Wireless LAN Interface, merupakan peralatan yang dipasang di Mobile/Desktop PC,
peralatan yang dikembangkan secara massal adalah dalam bentuk PCMCIA
(Personal Computer Memory Card International Association) card, PCI card
maupun melalui port USB (Universal Serial Bus).

Wireless Adapter Wireless Adapter
Gambar 11.4. Wireless Adapter

•
Mobile/Desktop PC, merupakan perangkat akses untuk pengguna, mobile PC pada
umumnya sudah terpasang port PCMCIA sedangkan desktop PC harus ditambahkan
wireless adapter melalui PCI (Peripheral Component Interconnect) card atau USB
(Universal Serial Bus).
•
Antena external (optional) digunakan untuk memperkuat daya pancar. Antena ini
dapat dirakit sendiri oleh user. contoh : antena kaleng.
Secara relatif perangkat Access-Point ini mampu menampung beberapa sampai
ratusan pengguna secara bersamaan. Beberapa vendor hanya merekomendasikan
belasan sampai sekitar 40-an pengguna untuk satu Access Point. Meskipun secara
teorinya perangkat ini bisa menampung banyak namun akan terjadi kinerja yang
menurun karena faktor sinyal RF itu sendiri dan kekuatan sistem operasi Access Point.

Komponen logic dari Access Point adalah ESSID (Extended Service Set
IDentification) yang merupakan standar dari IEEE 802.11. Pengguna harus
mengkoneksikan wireless adapter ke Access Point dengan ESSID tertentu supaya
transfer data bisa terjadi. ESSID menjadi autentifikasi standar dalam komunikasi
wireless. Dalam segi keamanan beberapa vendor tertentu membuat kunci autentifikasi
tertentu untuk proses autentifikasi dari klien ke Access Point.

Rawannya segi keamanan ini membuat IEEE mengeluarkan standarisasi Wireless
Encryption Protocol (WEP), sebuah aplikasi yang sudah ada dalam setiap PCMCIA
card. WEP ini berfungsi meng-encrypt data sebelum ditransfer ke sinyal Radio
Frequency (RF), dan men-decrypt kembali data dari sinyal RF.

11.4. Langkah-langkah Percobaan
Mode Infrastruktur

Untuk melakukan komunikasi 2 buah komputer atau lebih pada mode Infrastruktur,
semua komputer yang akan dihubungkan dengan jaringan wireless harus memiliki wireless
adapter atau untuk Laptop memiliki fasilitas Wi-Fi dan Access Point. Berikut adalah
langkah-langkah instalasi dan konfigurasinya :

11.4.1 Konfigurasi Access Point
Pada sub bab ini akan dijelaskan tentang instalasi perangkat access point.
Langkah – langkahnya adalah sebagai berikut:

1.
Letakkan Access Point pada tempat yang optimum, biasanya berada di tengahtengah
dan line of sight dengan PCs maupun wireless accessories (adapter dan
router).

2.
Tempatkan antenna pada posisi dimana antenna mampu mengover wireless
network dengan baik. Normalnya, performansi yang paling baik adalah
antenna diletakkan pada tempat yang lebih tinggi.
3.
Hubungkan AC power adapter ke socket power Acces Point.
4.
Hubungkan ujung kabel UTP straight ke Access Point dan ujung kabel
lainnya ke switch.
Gambar 5. Instalasi Access Point

5.
Klik Start, Connect To, lalu pilih Show All Connection pada komputer.
6.
Klik kanan pada Local Area Connection lalu pilih Status
Gambar 11.6. Jendela Network Connection

7.
Klik Properties pada Local Area Connection Status, Lalu klik properties pada
Internet Protokol TCP/IP.

Gambar 11.7. Jendela Local Area Connection Properties

8.
Setting IP Address komputer anda dengan IP 192.168.1.2 subnet mask
255.255.255.0 dan default gateway 192.168.1.1
Gambar 11.8. Setting Alamat IP

9.
Buka net browser (Internet Explorer, Opera, Mozilla) dan pastikan proxy pada
net browser anda kosong.
10. Ketik 192.168.1.1 dalam Address field net browser. 192.168.1.1 merupakan IP
address default dari Access Point Linksys ini.
11. Ketik admin pada username dan pada password (username dan password
default Access Point Linksys ini adalah admin)

Gambar 11.9. Login Access Point

12. Setting tab setup seperti dibawa ini :
Internet Setup
-Internet Connection type : Automatic Configuration – DHCP
-Optional Setting
-Router Name : WRT54G (default)
-Host Name : (kosong)
-Domain Name : (kosong)
-MTU : Auto (default)


Network Setup

-Router IP :
-Local IP Address : 192.168.1.1 (default)
-Subnet Mask : 255.255.255.0


-Network Address Server Setting
-DHCP Server : Enable (Access Point memberikan alamat IP
pada masing-masing Host secara otomatis)
-Starting IP Address : 192.168.1.100 (IP yang akan diberikan
dimulai dari 192.168.1.100)
-Maximum Number : 50 (Jumlah host yang akan diberikan alamat IP

of DHCP User oleh akses point dibatasi hanya 50 host)
-Client Lease Time : 0 (default)
-Static DNS 1,2,3 : 0.0.0.0 (default)
-WINS : 0.0.0.0 (default)

-Time Setting
-Time Zone : (GMT+07.00 Thailand, Rusia)
-Klik Save Settings



Gambar 11.10. Basic Setup Access Point

13. Klik Tab Wireless, lalu konfigurasi seperti berikut :
-Wireless Network Mode : Mixed (default Access Point yang akan
support pada standard 802.11b dan 82.11g)
-Wireless Network Name : Lab Wireless (Nama Access Point yang akan
(SSID) terdeteksi di jaringan wireless )
-Wireless Channel : 6-2.437 GHz (default kanal yang digunakan)
-Wireless SSID Broadcast : Enabled (SSID akan dibroadcast ke jaringan

wireless)

14. Klik Save Settings

Gambar 11.11. Basic Wireless Security
4.1.2 Konfigurasi Client
Hubungkan kabel USB pada port USB adapter, lalu hubungkan kabel USB pada
port USB komputer.
Gambar 11.11. Basic Wireless Security
4.1.2 Konfigurasi Client
Hubungkan kabel USB pada port USB adapter, lalu hubungkan kabel USB pada
port USB komputer.
Gambar 11.12. konfigurasi USB Wireless Adapter

1.
Windows XP akan secara otomatis mendeteksi adapter. Masukkan CD-ROM
setup pada CD-ROM drive. Kemudian Setup wizzard akan otomatis muncul
(jika tidak, run manual dengan setup.exe dari driver)
Gambar 11.13. Instalasi Usb Wireless Adapter

2.
Klik pada tombol next setelah memilih Install

3. Pada licence agreement klik Next.
Gambar 11.14. License Agreement

4.
Setelah tahap instalasi selesai akan tampil window Creating a Profile dan
secara otomatis wireless adapter akan mencari sinyal di sekitar yang aktif.
5.
Klik SSID Lab Wireless lalu klik Connect. Maka Usb Wireless Adapter akan
terhubung dengan Access Point Lab Wireless.
Gambar 11.15. Koneksi ke Access Point Pada Linksys
Network Monitor


Apabila ingin menggunakan Wireless Network Connection di Windows, maka kita
harus me-non aktifkan Linksys Network Monitor terlebih dahulu. langkahnya
sebagai berikut yaitu:

1.
Klik kanan pada Linksys Network Monitor, lalu klik Use Windows XP
Wireless Configuration

Gambar 11.16. Me-non aktifkan Linksys Network Monitor

2.
Klik kanan pada icon Network Wireless Connection pada taskbar, lalu pilih
View Available Wireless Networks.
Gambar 11.17. Membuka Wireless Network Connection
di Windows

3.
Klik SSID Lab Wireless lalu klik Connect. Maka Usb Wireless Adapter akan
terhubung dengan Access Point Lab Wireless.
Gambar 11.18. Koneksi ke Access Point Pada Windows
Network Connection

Mode Ad-Hoc

Pada mode Ad-Hoc ini, untuk melakukan interaksi dengan komputer lain, semua
komputer yang akan dihubungkan harus memiliki wireless adapter atau untuk Laptop
memiliki fasilitas Wi-Fi . Salah satu komputer pada mode ini dijadikan SSID Broadcaster.


Berikut adalah langkah-langkah instalasi dan konfigurasinya pada salah satu komputer yang
ingin dijadikan SSID broadcaster :

1.
Aktifkan Wireless adapter masing – masing komputer yang akan dihubungkan dengan
jaringan
2.
Klik kanan pada icon Network Wireless Connection pada taskbar seperti gambar 17,
lalu pilih View Available Wireless Networks, maka akan muncul seperti pada gambar
18.
3.
Klik Change the order preferred Network maka akan muncul seperti gambar 19.
4.
Klik Add pada kolom Preferred Network, lalu ketikkan Nama Network yang akan
digunakan pada kolom Network Name. Perhatikan gambar 19. contoh nama SSID
Broadcasternya adalah Ad Hoc.
5.
Klik Ok
Gambar 11.19. Setting SSID Broadcaster

6.
Kembali pada status gambar 18 Klik refresh Network list maka akan muncul koneksi
Ad-Hoc dengan nama SSID Ad Hoc.

Gambar 20. Setting IP Address

7.
Kemudian pilihlah opsi Change advance setting maka kemudian muncul gambar 4
bagian kiri. Klik 2 kali pada opsi internet protoco(TCP/IP) maka akan muncul gambar
4 selanjutnya
8.
Kemudian setting pada masing masing komputer dengan IP address yang berbeda
dengan aturan 192.168.1.xxx dengan xxx adalah sesuai angka yang diharapkan dalam
range 1s/d 254. misal (192.168.1.65)
9.
tentukan Subnet mask-nya dengan 255.255.255.0 untuk membentuk jaringan lokal.
Kosongkan gateawaynya
10. klik ok untuk verifikasi.
11. Tes koneksi dengan command PING pada command prompt,bila terhubung maka
komputer komputer tersebut siap berkomunikasi dalam jaringan Ad-Hoc secara Pear to
pear.


 
Sejarah protocol TCP/IP
 
Wajan Bolic VS CPE 16 dBi
 
SUTET
 
Perbedaan WIFI dengan Hotspot
 
Jaringan Ad Hoc
 

 
 
 
    
 Info Aktual | Perpustakaan | Net-FAQ | Chat | PM | Forum Diskusi | Blog | Testimoni | Direktori Anda | Petunjuk   
     
  Copyright©2007 Stefanus